Wilayah Kebudayaan Betawi #3

Betawi pinggiran hampir tidak terdapat prasarana pendidikan formal. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh daerah itu pada zaman yang lalu sampai masa pendudukan balatentara Jepang, merupakan tanah-tanah partikelir yang dikuasai oleh tuan tuan tanah.

Tuan-tuan tanah itu sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap kemajuan penduduk yang menggarap tanahnya. Yang penting bagi mereka hanya masuknya cukai hasil pertanian yang dipungut dari para penggarap tanah. Kemajuan penduduk bahkan dianggap ancaman bagi kedudukan dan keuntungan mereka.

Apabila pendidikan Agama, dalam hal ini agama lslam, karena ternyata setiap perlawanan rakyat bersenjata di kawasan tanah pertikelir khususnya, berlangsung atas pimpinan pemuKa agama, seperti pemberontakan Entong Gendut di condet pada tahun 1916 secara langsung digerakan oleh Haji Amat Awab.

Pemberontakan di Tangerang pada tahun 1926 secara tidak langsung dipimpin Haji Kamul dan Haji Riun dari Kalideres.

Masyarakat Betawi yang bermukim di tanah tanah pertikelir itu seolah-olah memperoleh penjajahan ganda, dari pemerintah Jajahan sendiri dan dari tuan-tuan tanah yang seolah-olah mempedakukan mereka sebagai budaknya dan tidak Jarang bertindak sewenang-wenang melalui kaki tangannya.

Sebagai akibatnya sebagian penduduknya menjadi apatis menerima nasibnya yang malang. Ada pula yang dengan mengandalKan kekuatan fisik serta keterampilannya berkelahi, ditambah dengan ilmu klenik sebagai penguat semangat, berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan penjajahan ganda itu bahkan banyak yang terus melangkah pada jalan kriminal, melakukan teror, perampokan dan sebagainya.

Keadaan seperti itu terbayang dalam cerita-cerita seperti tuan Tanah Kedawung Mandor Alias, Jampang, Mat tompel dan sebagainya. pendukung utama dari cerita-cerita seperti itu adalah masyarakat Betawi pinggiran, sebagaimana terbukti dari pergelaran-pergelaran Topeng atau Lenong.

Masyarakat Betawi Tengah yang pada umumnya lebih maju dari yang dipinggiran, lebih banyak menggemari cerita-cerita yang bernafaskan Agama lslam yang mendapat pengaruh budaya Timur Tengah seperti cerita-cerita dari seribu satu Malam yang terkenal itu.

Sedangkan masyarakat keturunan cina sudah barang tentu lebih menyenangi cerita-cerita yang berasal dari tanah leluhurnya, seperti sam Kok atau cerita Tiga Negeri, pho Si Lie Tan dan sebagainya.

Ogut sambung lagi nih….

Postingan Terkait:

You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Responses to “Wilayah Kebudayaan Betawi #3”

  1. Dangstars says:

    Mantap jadi ngerti betawi Abang

  2. Dangstars says:

    Selamat weekend buat abang haris

  3. Wilayah Kebudayaan Betawi Bag 3…

    Masyarakat Betawi yang bermukim di tanah tanah pertikelir itu seolah-olah memperoleh penjajahan ganda, dari pemerintah Jajahan sendiri dan dari tuan-tuan tanah yang seolah-olah mempedakukan mereka sebagai budaknya dan tidak Jarang bertindak sewenang-we…

  4. Epenkah says:

    sepertinya keadaannya memang sama seperti yg diceritakan sinetron2 di tv ya.. met malam mingguan tuk mas Haris dan yg lainnya, salam :-)
    Epenkah´s Postingan Terbaru blog ..Membuat Blog Wordpress Self Hosted (bag.2) My ComLuv Profile

  5. Zaiful Anwar says:

    Artikel yang bagus mas.
    Zaiful Anwar´s Postingan Terbaru blog ..Cara Memasang Adsense Melalui Google FriendConnect. My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
  • Meteran

  • Free T-Mobile Phones on Sale | Thanks to CD Rates, Best New Business and Registry Software
    Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Sonic Run: Internet Search Engine Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits! hihera.com Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Blog Directory - OnToplist.com KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Personal Blogs - Blog Rankings betawi, jakarta, info jakarta, cerita betawi, duit di internet Free Automatic Backlink TopOfBlogs Personal blogs & blog posts My Zimbio Personal (Love) - TOP.ORG Buy Reviews