Betawi pinggiran hampir tidak terdapat prasarana pendidikan formal. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh daerah itu pada zaman yang lalu sampai masa pendudukan balatentara Jepang, merupakan tanah-tanah partikelir yang dikuasai oleh tuan tuan tanah.
Tuan-tuan tanah itu sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap kemajuan penduduk yang menggarap tanahnya. Yang penting bagi mereka hanya masuknya cukai hasil pertanian yang dipungut dari para penggarap tanah. Kemajuan penduduk bahkan dianggap ancaman bagi kedudukan dan keuntungan mereka.


Posted in
Tags: