Nyai Dasimah bag5

Samiun dan Nyai Dasima pergi ke Ketapang. Mereka bergandengan tangan bagaikan dua sejoli yang baru mengenal cinta pertama. Sambil berjalan, Samiun kelihatan gugup. Ingin saja mengurungkan niat untuk tidak jadi pergi, tetapi menjadi bimbang manakala mengingat Hayati yang terus mendesaknya, dan Mak Soleha yang selalu menatap dengan nanar dan lecehan.

“Rangkulin pinggang aye Un.” pinta Nyai Dasima

“Kayak orang baru demenan aje.” sahut Samiun, tetapi tangannya melingkar di pinggang Nyai Dasima. Samiun menghentikan langkah, Nyai Dasima ikut berhenti dan bertanya.

“Ade apa Bang Miun ?”

“Kite jalan sono aje.”

“Pan jalan Ketapang lewat sini. ”

“Abang kuatir kalo-kalo ada opas Belande, nanti kita bisa di tangkap, lagian tuan Edward pasti masih nyariin lu.”

Mereka menggunakan jalan lain, jalan setapak yang akan melewati sebuah kali dengan jembatan titian bambu. Di ujung tepian kali tempat menyeberang, Samiun melepaskan Nyai Dasima sendiri di belakang, bukannya menuntun tangan Nyai Dasima agar tidak terpeleset manakala
menyeberang.

Nyai Dasima tertinggal di belakang dan memanggil Samiun tetapi Samiun meneruskan langkah untuk sampai ke tepian seberang kali. Dalam kesempatan itu, sebuah bayangan muncul. Bayangan seorang lelaki kekar dengan sigap memburu kearah Nyai Dasima : Sambil mengirimkan pukulan maut ke tengkuk Nyai Dasima. Pukulan itu meleset karena Nyai Dasima sempat melangkah sebelum tangan lelaki kekar itu mendarat, sehingga yang terkena bagian belakang tetapi sakitnya bukan main, Nyai Dasima menjerit memanggil samiun. samiun dengan tenang dan meneibir berkata,

” Ajallu udah sampe biarin, pasrahin aje diri lu.” Nyai Dasima berusaha lari untuk minta perlindungan pada samiun yang telah berdiri di seberang tepian kali, memang sudah naas bagi Nyai Dasima, sebuah pukulan keras yang keluar dari tangan seorang jagoan terkenal Bang Puasa, mendarat tepat pada posisi yang sensitif di bagian tengkorak kepala, dan Nyai Dasima rubuh bagai daun kering disapu badai gurun. Matanya sebelah kanan melotot, lidah terjulur keluar yang sebagian putus tergigit gigi yang merapat akibat tekanan dari atas, darah mengueur dari hidung dan mulut, Nyai Dasima rubuh, dan Bang Puasa menyongsong dengan golok tergenggam langsung menggorok leher Nyai Dasima. Tamatlah ajal Nyai Dasima yang disertai
semburan darah yang keluar dari urat di lehemya.

Masih bersambung dikit lagi…..

Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Postingan Terkait:

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Nyai Dasimah bag5”

  1. (LEGENDA RAKYAT BETAWI) Nyai Dasimah bag5…

    Samiun dan Nyai Dasima pergi ke Ketapang. Mereka bergandengan tangan bagaikan dua sejoli yang baru mengenal cinta pertama. Sambil berjalan, Samiun kelihatan gugup. Ingin saja mengurungkan niat untuk tidak jadi pergi, tetapi menjadi bimbang manakala men…

  2. Mrs.Dugem says:

    Aduh nyai…(ingat lagunya Bang Jaja neh..)
    Nais pos Gan…
    .-= Mrs.Dugem´s Postingan Terbaru blog ..Serunya Pertandingan Gulat Cewek Berlumpur =-.

  3. darahbiroe says:

    hehehe nyai dasimah hehe seru juga membaca ini,, ayooo ditulis versi endingnya dunt hahahha

    berkunjung lagi n ditunggu kunjungan balikna makasihh

Leave a Reply

CommentLuv badge

Free T-Mobile Phones on Sale | Thanks to CD Rates, Best New Business and Registry Software
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.