Gak bosen bosennya Ogut posting Si Jampang. Sebelomnya di bag 3 bercerita tentang kesedihan Si Jampang atas meninggalnya sang istri tercinta serta diambilnya harta benda oleh centeng.
Bercerita pula tentang usaha Si Jampang buat mengambil kembali harta benda Si Jampang dan orang kampung. Buat yang penasaran dan ingin tau lebih cerita Si Jampang nih kisahnya…
Setelah sholat Isya, Jampang bergerak perlahan mendekati rumah tuan tanah. Dari kejauhan terlihat kerumunan orang. Para centeng dengan golok di pinggang sambil menyulut rokok sebagian duduk, sebagian berdiri.
Kemudian keluar seorang yang barangkali tuan tanah. Kemudian kerumunan itu pergi dari rumah itu menuju ke kampung sebelah menonton pertunjukan Gambang Kromong.
Jampang dengan cermat mengawasi kepergian tuan tanah dan para centengnya. Setelah mereka berlalu beberapa saat, Jampang masih tetap di tempatnya untuk mengawasi keadaan rumah. kemudian keluar seorang lelaki, menutup pintu pagar lalu masuk kembali ke dalam rumah.
Jampang bergerak perlahan-lahan sambil mengawasi keadaan sekitarnya. Suasana sepi, gemerisik angin dan suara jangkrik memecah kesunyian malam. Jampang melompati pagar rumah tuan tanah, kemudian merangsek maju mendekati jendela, menempelkan telinga pada kayu dan jendela. Terdengar suara perempuan sedang berbincang bincang didalam rumah.
” Nyak, kalung aye belon juge dibeliin kapan nyak ? “terdengar suara perempuan muda, mungkin anak tuan tanah.
” Entar kalo si Rochim ame babe lu, pasti lu punya kalung juga” ujar perempuan tua, mungkin isteri tuan tanah.
” Babe sih seneng ingkar janji, bukannya beliin untuk aye, tapi buat gendak-gendaknya. ”
” Kagak bener lu omongin babe lu, durhaka nak.”
” Biarin, abisnye aye kagak dibeliin gelang ” ” Sono tidur, pan udah malem ”
Jampang bergeser ke jendela lainnya, memasangkan telinga untuk mendengar, tak ada suara apa-apa, mungkin sudah tidur. Dengan perlahan-lahan menggunakan tenaga dalam, Jampang membuka jendela lalu melompat masuk.
Seorang lelaki yang sedang tidur ayam tersentak bangun, Jampang dengan sigap membekuk laki-laki itu untuk tidur kembali, sebuah pukulannya membuat lelaki itu terkulai layu tak berdaya.
Jampang kemudian bergerak kekamar tidur tuan tanah. Tangannya mengetuk pintu perlahan-lahan, terdengar suara panggilan dari dalarn karnar.
” Siape, elu Min ?” tanya isteri tuan tanah.
“Aye nyah” ujar Jampang memalsukan suara” Ada ape sih? Lu mau nonton ?” ” lye nyah ”
Terdengar langkah menuju pintu, pintu terbuka, dalam waktu tak lebih dari dua detik, Jampang berhasil membekuk isteri tuan tanah. Goloknya ditodong ke Ieher isteri tuan tanah.
“Tunjukan mane lemari lu “Jampang mengarah isteri tuan tanah ke lemari di dalam kamar.
“Jangan !” ujar isteri tuan tanah.
” Lu teriak gue sabet leher lu.”
Jampang membuka pintu lemari, ternyata terkunci. Jampang menekan ujung goloknya ke leher isteri tuan tanah.
” Ampun, ” ujar isteri tuan tanah minta belas kasihan ” Ambilin kuncinya, cepat!”
” Lepasin aye”
” Tidak, mana kuncinya ?”
lsteri tuan tanah menunjuk kearah kasur. Jarnpang mengarah isteri tuan tanah ke sisi kasur, kemudian mengangkat kasurnya, mengambil kunci.
Kemudian Jampang mengikat isteri tuan tanah dan menyumpal mulutnya dengan kain.
Jaka Sembung Maen ke pinggir kali
Cerita Ogut sambung lagi……..
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta


Posted in
Tags: 

Legenda Betawi – Si Jampang bag 4…
Bercerita pula tentang usaha Si Jampang buat mengambil kembali harta benda Si Jampang dan orang kampung. Buat yang penasaran dan ingin tau lebih cerita Si Jampang nih kisahnya……
[...] Sebelomnya si jampang yang nerobos rumah tuan tanah buat ngambil lagi yang udah jadi hak milik dia dan orang kampung yang udah di rebut oleh centeng centeng. Sewaktu masuk rumah tuan tanah Si Jampang ketauan istri dari pada tuan tanah, kemudian si istri di sekep di kasur. Mao tau kelanjutannya… [...]
Legenda Betawi – Si Jampang bag 4 | harisahmad.com…
Jampang dengan cermat mengawasi kepergian tuan tanah dan para centengnya. Setelah mereka berlalu beberapa saat, Jampang masih tetap di tempatnya untuk mengawasi keadaan rumah. kemudian keluar seorang lelaki, menutup pintu pagar lalu masuk kembali ke da…