Legenda Betawi – Si Jampang bag 6

Dari pasar senen pergi ke Mampang

Dari Mampang langsung ke kali

Hari senen waktunya Si Jampang

Nih dia Si Jampang balik lagi

Di dalam cerita Si Jampang sebelumnya yang mengkisahkan Si Jampang yang telah merampas kembali harta miliknya dan milik warga di rumah tuan tanah. Lalu membagikan kembali ke warga. Nih lanjutannya :) :)

Penduduk segera berdatangan, Jampang melemparkan barang-barang rampasan dari centeng kepada penduduk. ” Ambil yang kalian punya” ujar Jampang.

Para penduduk memilih barang mereka kemudian mendekati Jampang, sebagian berlutut ingin mencium kakinya.

” Jangan ! gue bukan Belande, bangun ! pulang kerumah masing-masing ” seru Jampang.

” Terima kasih, Bang ” penduduk memberi hormat. Kemudian Jampang berlalu dari tempat itu.

Jampang terus melakukan aksinya setiap malam ke rumah tuan tanah, rumah para centeng dan rumah orang kaya. Jampang terus berpindah tempat diantaranya Grogol, Pasar Ikan, Tanjung Priok dan Tambun Bekasi.

Selain melakukan aksi perampasan malam hari, Jampang juga selalu menghadang para centeng yang menagih pajak atas penduduk. Karena aksinya, namanya dikenalluas oleh penduduk si Jampang dihormati dan dielu-elukan kehadirannya, sedangkan bagi para centeng, tuan tanah, demang dan Belanda, si Jampang sangat dibenci dan diburu.

Penguasa penjajah mengerahkan polisi untuk mengintai si Jampang, tetapi karena ia selalu berpindah-pindah tempat operasinya, sulit bagi polisi Belanda menangkapnya, sementara jagoan centeng para tuan tanah tidak mampu membunuh Jampang dalam setiap perkelahian.

Akibat keberhasilan yang selalu memihaknya Jampang digelari penduduk sebagai Si Jampang Jago Betawi.

Sehari harinya Jampang sangat memperhatikan anaknya. Anaknya dititipkan di rumah mertuanya. Setiap ada kesempatan Jampang mendatangi rumah mertuanya menemui anaknya. Baru setelah anaknya berusia diatas sepuluh tahun.

Jampang mengajak tidur dirumah mereka, jika kebetulan menginap di rumah, jika Jampang beroperasi, anaknya dititipkan dirumah mertua. Jampang tak ingin mertuanya dan anaknya susah, karenanya Jampang tidak beroperasi dikampungnya.

Jampang juga mengajarkan anaknya ilmu serta ilmu agama seadanya jika kebetulan di rumah. Anaknya tumbuh menjadi dewasa dan kekar. Mencapai usia 15 tahun, Jampang berkata pada anaknya.

“Eh lu tong, gua mau nanya ame lu. lu mau sekolah apa lu mau ngaji?” Tanya Jampang.

“Ngaji aye nggak mau, sekolah juga aye ogah. Aye kepengen belajar main pukul kaye babe”.

“Lu jangan main pukul kaya bapak lu, kalau lu ogah semua, baekan lu kawin aje dah”.

“Aye kagak mau kawin be, kalau gitu aye mendingan sekolah aje, kalau babe mau kawin, babe aja dah yang kawin”. Jampang tertawa mendengarkan jawaban dan usulan anaknya.

“Kalo lu punya nyak lagi, gua punya kawan yang bernama Sarba di tanah perkembangan Tambun” kata Jampang. Jampang kemudian menyerahkan anaknya pada seorang guru ngaji. Setelah itu Jampang pergi ke tanah perkembangan menemui Sarba temannya.

Si Jampang perutnya kembung

Beli Obat kuat ke pasar senen

Si Jampang lagi lagi bersambung

Di harisahmad tiap senen

Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Postingan Terkait:

You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Responses to “Legenda Betawi – Si Jampang bag 6”

  1. yangputri says:

    boleh juga pantunnya bang..
    nyontek dimane….????

  2. TuSuda says:

    Maafin Aye…boleh ikutan bikin pantun nih Bang.
    Air putih dalam panci, Buat sambal pake kemiri
    Terimakasih telah berbagi. Salam Kenal dari Kendari.
    .-= TuSuda´s Postingan Terbaru blog ..11 Tahun Perkembangan Bersama Putra Tercinta =-.

  3. pligg.com says:

    Legenda Betawi – Si Jampang bag 6 | harisahmad.com…

    Selain melakukan aksi perampasan malam hari, Jampang juga selalu menghadang para centeng yang menagih pajak atas penduduk. Karena aksinya, namanya dikenalluas oleh penduduk si Jampang dihormati dan dielu-elukan kehadirannya, sedangkan bagi para centeng…

  4. melly says:

    Bener kate mpok yangputri :D
    pantunnya keren bang
    org betawi mah pinter berpantun yah

  5. [...] Dalam kisah yang kemaren mengisahkan aksi Si Jampang mengambil hak orang kampung dan kisah kisah dengan centeng kaki tangan tuan tanah. Dan rencana Si Jampang buat mendidik anaknya. [...]

Leave a Reply

CommentLuv badge

Free T-Mobile Phones on Sale | Thanks to CD Rates, Best New Business and Registry Software
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.