<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HARISAHMAD &#187; Etnik Betawi</title>
	<atom:link href="http://www.harisahmad.com/category/betawi-ku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.harisahmad.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 08:51:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Silat Betawi &#8211; Silat Sabeni Diambang Musnah</title>
		<link>http://www.harisahmad.com/silat-sabeni-asli-betawi/</link>
		<comments>http://www.harisahmad.com/silat-sabeni-asli-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 12:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etnik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[aliran silat betawi]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul silat sabeni]]></category>
		<category><![CDATA[jurus silat betawi]]></category>
		<category><![CDATA[macam silat betawi]]></category>
		<category><![CDATA[seni budaya betawi]]></category>
		<category><![CDATA[silat betawi]]></category>
		<category><![CDATA[silat sabeni]]></category>
		<category><![CDATA[silat tanah abang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harisahmad.com/?p=3666</guid>
		<description><![CDATA[Silat adalah salah satu seni bela diri asli Indonesia. Silat pun begitu lekat dengan Etnik Betawi sejak ratusan tahun silam. Ini bisa dibuktikan dengan adanya beberapa aliran silat yang tumbuh dan lahir dari tanah Betawi Seperti Beksi yang lahir di daerah Kebayoranlama atau silat Cingkrik dari Condet. Tanahabang pun menjadi tempat lahirnya satu aliran silat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3669" title="gambar silat betawi" src="http://www.harisahmad.com/wp-content/uploads/2011/01/gambar-silat-betawi-150x150.jpg" alt="" width="125" height="125" />Silat adalah salah satu seni bela diri asli Indonesia. Silat pun begitu lekat dengan <a href="http://www.harisahmad.com/category/betawi-ku/">Etnik Betawi</a> sejak ratusan tahun silam. Ini bisa dibuktikan dengan adanya beberapa aliran silat yang tumbuh dan lahir dari tanah Betawi</p>
<p>Seperti Beksi yang lahir di daerah Kebayoranlama atau silat Cingkrik dari <a href="http://www.harisahmad.com/situ-babakan-kampung-budaya-betawi/">Condet</a>. Tanahabang pun menjadi tempat lahirnya satu aliran silat yang diberi nama, Sabeni. Namun, dari dua jenis aliran silat ini, silat Sabeni kini berada di ambang kepunahan.</p>
<p><span id="more-3666"></span></p>
<p>Aliran silat Sabeni ini memang tak setenar ilmu silat lain yang ada di <a href="http://www.harisahmad.com/wilayah-kebudayaan-betawi/">Wilayah Betawi</a>. Hal ini dapat dilihat saat ini hanya satu perguruan atau padepokan silat Sabeni yang masih tersisa di Tanahabang. Itu pun hanya beranggotakan tak lebih dari 30 orang.</p>
<p>Aliran Silat Sabeni lahir pada awal abad ke 20. Pendiri sekaligus pencipta aliran ini adalah H Sabeni yang merupakan jago silat Betawi dari Tanahabang, dekat dengan pasar Kambing. Yang mendapatkan ilmu silat dari dua orang yakni H Suud dan H Mail, keduanya tokoh Tanahabang kala itu.</p>
<p>Dalam aliran silat Sabeni memiliki ciri khas pada serangan pukulan dengan sontokon pada bagian punggung telapak tangan. Tak hanya itu, kuda-kuda aliran Sabeni pun lebih rendah antara kaki satu dan lainnya sedikit merapat.</p>
<p>Jurus silat Sabeni ada 15 jurus dasar, yang terdiri dari jurus dasar 1, hingga jurus dasar 15. Keseluruhan jurus dasar yang ada terfokus pada penyerangan.</p>
<p>Saat ini minimnya penerus ajaran silat Sabeni, dikarenakan kurangnya minat generasi muda, khususnya generasi muda Betawi terhadap upaya pelestarian kebudayaan asli Betawi, termasuk pada kesenian bela diri silat. Seni bela diri silat ini kalah pamor dengan jenis bela diri lain dari luar daerah atau pun luar negeri semisal karate, tae kwondo dan lainnya.</p>
<p>Ilmu silat Sabeni pernah tenar sekitar tahun 1940-an, di mana saat itu H Sabeni mengalahkan jagoan karate dan jagoan sumo asal Jepang dengan mudahnya. Hingga akhirnya banyak warga yang berguru ke H Sabeni, dan karena kesohorannya pun, nama H Sabeni diabadikan sebagai nama sebuah jalan di Tanahabang, Jakarta Pusat.</p>
<p>H Sabeni wafat pada tahun 1945, jasadnya dimakamkan di Gang Kubur, Tanahabang yang berdekatan dengan rumahnya. Namun beberapa tahun kemudian, makam H Sabeni kemudian dipindahkan ke TPU Karet Bivak, Tanahabang.</p>
<p>ref : beritajakarta.com<br />
<h3 class='related_post_title'>Postingan Terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/tari-topeng-betawi/' title='Sedikit Tentang Tari Topeng Betawi'>Sedikit Tentang Tari Topeng Betawi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harisahmad.com/silat-sabeni-asli-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni Musik Betawi Gambang Kromong</title>
		<link>http://www.harisahmad.com/seni-musik-betawi-gambang-kromong/</link>
		<comments>http://www.harisahmad.com/seni-musik-betawi-gambang-kromong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 11:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etnik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[alat musik betawi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya betawi]]></category>
		<category><![CDATA[gambang kromong]]></category>
		<category><![CDATA[jenis musik betawi]]></category>
		<category><![CDATA[musik betawi]]></category>
		<category><![CDATA[seni betawi]]></category>
		<category><![CDATA[seni musik]]></category>
		<category><![CDATA[seni musik betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harisahmad.com/?p=3395</guid>
		<description><![CDATA[Gambang Kromong  adalah salah satu kesenian betawi bagian dari budaya betawi. Dan Gambang Kromong merupakan percampuran antara unsur-unsur pribumi melayu dengan unsur Tionghoa. Hal ini dapat jelas dilihat secara fisik unsur budaya Cina tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan, Kongahyan dan Sukong. Sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang, kromong, gendang, kecrek dan gong merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2361" title="ondel ondel jakarta" src="http://www.harisahmad.com/wp-content/uploads/2010/02/ondel-ondel-jakarta-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Gambang Kromong  adalah salah satu kesenian betawi bagian dari budaya betawi. Dan Gambang Kromong merupakan percampuran antara unsur-unsur pribumi melayu dengan unsur Tionghoa. Hal ini dapat jelas dilihat secara fisik unsur budaya Cina tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan, Kongahyan dan Sukong.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang, kromong, gendang, kecrek dan gong merupakan unsur pribumi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendaharaan lagu-lagunya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3395"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Disamping lagu &#8211; lagu yang menunjukan sifat pribumi seperti jali-jali, surilang, persi, balo-balo, lenggang-lenggang kangkung, onde-onde, gelatik ngungkuk dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Cina, baik dari nama lagu, alur melodi maupun liriknya seperti Kong Jilok, Sipatmo, Phe Pantaw, Citnos, Macuntay, Gutaypan, dan sebagainya. Sebutan untuk tangga nadanya pun berasal dari bahasa Cina yaitu Syang atau Hsyang, Ceh atau Tse, Kong, Oh, atau Ho, Uh Lio atau Liu dan Suh.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambang Kromong merupakan musik Betawi yang paling merata penyebarannya di <a href="http://www.harisahmad.com/wilayah-kebudayaan-betawi/">wilayah budaya Betawi</a>, baik di Wilayah DKI Jakarta sendiri maupun di Daerah sekitarnya, lebih banyak penduduk keturunan Cina dalam masyarakat Betawi setempat, lebih banyak pula terdapat grup-grup orkes Gambang Kromong. Di Jakarta Utara dan Jakarta Barat misalnya, lebih banyak jumlah grup Gambang Kromong dibandingkan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewasa ini terdapat istilah &#8220;gambang kromong asli&#8221; dan &#8220;gambang kromong kombinasi&#8221;. Sebagaimana tampak pada namanya &#8220;Gambang Kromong Kombinasi&#8221;, ialah orkes Gambang Kromong yang alat-alatnya ditambah atau dikombinasikan dengan alat-alat musik barat modern yang kadang-kadang elektronis, seperti gitar melodi, bas, gitar, organ, saxopone. drum dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini berlangsung perubahan dari laras pentatonis menjadi diatonis tanpa terasa mengganggu. dengan penambahan alat musik  itu warna suara gambang kromong masih tetap terdengar, serta masuknya lagu-lagu pop berlangsung secara wajar, tidak dipaksakan. Terutama bagi generasi muda tampaknya gambang kromong kombinasi lebih komunikatif, sekalipun kadang-kadang ada kecenderungan tersisihnya suara alat-alat gambang kromong asli oleh alat musik elektronis yang semakin dominan.</p>
<ul>
<li>Referensi : Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, Ikhtiar Kesenian Betawi, 2003</li>
<li>Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.</li>
</ul>
<h3 class='related_post_title'>Postingan Terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/musik-betawi-samrah/' title='Musik Betawi Samrah'>Musik Betawi Samrah</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/semur-kebo-di-hari-lebaran/' title='Semur Kebo Di Hari Lebaran'>Semur Kebo Di Hari Lebaran</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/lenong-betawi-lenong-denes/' title='Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes'>Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/tari-topeng-betawi/' title='Sedikit Tentang Tari Topeng Betawi'>Sedikit Tentang Tari Topeng Betawi</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/situ-babakan-kampung-budaya-betawi/' title='Situ Babakan Kampung Budaya Betawi'>Situ Babakan Kampung Budaya Betawi</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/golok-betok-pusaka-asli-betawi/' title='Golok Betok Pusaka Asli Betawi'>Golok Betok Pusaka Asli Betawi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harisahmad.com/seni-musik-betawi-gambang-kromong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes</title>
		<link>http://www.harisahmad.com/lenong-betawi-lenong-denes/</link>
		<comments>http://www.harisahmad.com/lenong-betawi-lenong-denes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 17:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etnik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya betawi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis lenong]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan betawi]]></category>
		<category><![CDATA[lenong betawi]]></category>
		<category><![CDATA[lenong denes]]></category>
		<category><![CDATA[lenong dines]]></category>
		<category><![CDATA[macam lenong]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah lenong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harisahmad.com/?p=2731</guid>
		<description><![CDATA[Lenong Betawi, sebagian orang pasti sering mendengar dan mengetahui istilah Lenong Betawi. Lenong adalah teater atau seni peran tradisional Betawi. Lenong biasanya diiringi oleh musik gambang kromong dengan alat alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan. Dan juga alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong. Dalam cerita Lenong Betawi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2361" title="ondel ondel jakarta" src="http://www.harisahmad.com/wp-content/uploads/2010/02/ondel-ondel-jakarta-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Lenong Betawi, sebagian orang pasti sering mendengar dan mengetahui istilah Lenong Betawi. <a href="http://www.harisahmad.com/nonton-lenong/">Lenong</a> adalah teater atau seni peran tradisional Betawi. Lenong biasanya diiringi oleh musik gambang kromong dengan alat alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan. Dan juga alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong.</p>
<p>Dalam cerita Lenong Betawi lakon atau skenario umumnya mengandung nasihat dan pesan moral dengan jenaka. Bahasa yang digunakan dalam Lenong betawi adalah bahasa Melayu (kini bahasa Indonesia) dengan dialek Betawi.</p>
<p><span id="more-2731"></span></p>
<p>DalamLenong Betawi terdapat dua jenis cerita, yaitu cerita tentang kerajaan atau kaum bangsawan (disebut Lenong Denes) dan cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari dan para jagoannya (disebut Lenong Preman).</p>
<p>Sebutan Lenong Denes disebabkan karena yang dikasihkan adalah orang-orang atau tokoh-tokoh yang berkedudukan tinggi, orang-orang &#8220;dines&#8221; atau &#8220;denes&#8221;. Sesuai dengan jalan cerita yang mengisahkan lingkungan bangsawan, maka pakaian dan perlengkapannya pun sudah barang tentu di sesuaikan dengan kebutuhan itu.</p>
<p>Lain dari pada itu, bahasa yang digunakan dalam pentaspun, bukan bahasa Betawi sehari-hari, melainkan bahasa &#8220;Melayu Tinggi&#8221;, dengan kata-kata ; &#8220;hamba&#8221;, &#8220;kakanda&#8221;, &#8220;adinda&#8221;, &#8220;beliau&#8221;, &#8220;daulat tuanku&#8221;, &#8220;syahdan&#8221;, berdatang sembah dan sebagainya. Bahasa demikian dewasa ini sudah sedikit sekali yang dapat menghayati, termasuk para seniman lenong sendiri. Oleh karena itu pula makin menyusut peminatnya.</p>
<p>Lenong Denes biasa bermain diatas panggung, berukuran lebih 5 x 7 meter. Tempat seluas itu dibagi dua, sebagian untuk tempat pemain berhias, ganti pakaian, duduk-duduk menunggu saat untuk tampil. Sebagian lagi digunakan sebagai pentas. Alat musik ditata panggung, sebelah kanan dan sebelah kiri pentas.</p>
<p>Penggunaan dekor adalah untuk menyatakan susunan dalam adegan-adegan. Tetapi pada kenyataannya, penggunaannya sering tidak tepat, karena terbtasnya persediannya dekor atau kadang-kadang karena kurang cermatnya pengatur dekor itu sendiri dalam menyesuaikan situasi, ruang dan waktu. Misalnya menurut cerita sang puteri sedang bercengkrama di tamansari, disertai dayang-dayangnya, ternyata dekornya menggambarkan kota metropolitan dan gedung-gedung tinggi, mobil sedan berseliweran dijalan.</p>
<p>Pakaian pentas sudah barang sedapat mungkin disesuaikan dengan lakon. Membawa cerita &#8220;Pho Sio Litan&#8221;, yang menceritakan suka derita seorang putera raja Cina, wanitanya memakai celana longgar yang ujung bawahnya diikatkan, baju kurung bersulam, rambutnya disanggul diatas tengkuk dan sebagainya.</p>
<p>Pria berbaju &#8220;koko&#8221; berwarna menyala,cekana longgar dari &#8220;sutera&#8221; dan sebagainya. Perkelahian dalam pentas digambarkan dengan gerak silat yang tampak seperti perkelahian dalam pentas digambarkan dengan gerak silat yang tampak seperti perkelahian sungguh-sungguh, ada juga menggunakan pedang, bermain anggar, disertai gerak-gerak akrobatik yang mengesankan. Sebelum pertunjukan dimulai, biasa diselenggarakam upacara &#8220;ukup&#8221; dengan disediakan sesajen serta pembakaran kemenyan atau &#8220;hioh&#8221;.</p>
<p>Referensi : Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta dan Wikipedia.org<br />
<h3 class='related_post_title'>Postingan Terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/situ-babakan-kampung-budaya-betawi/' title='Situ Babakan Kampung Budaya Betawi'>Situ Babakan Kampung Budaya Betawi</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/musik-betawi-samrah/' title='Musik Betawi Samrah'>Musik Betawi Samrah</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/wilayah-kebudayaan-betawi-5-selesai/' title='Wilayah Kebudayaan Betawi #5 Selesai'>Wilayah Kebudayaan Betawi #5 Selesai</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/wilayah-kebudayaan-betawi-4/' title='Wilayah Kebudayaan Betawi #4'>Wilayah Kebudayaan Betawi #4</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/wilayah-kebudayaan-betawi-3/' title='Wilayah Kebudayaan Betawi #3'>Wilayah Kebudayaan Betawi #3</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/wilayah-kebudayaan-betawi-2/' title='Wilayah Kebudayaan Betawi #2'>Wilayah Kebudayaan Betawi #2</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harisahmad.com/lenong-betawi-lenong-denes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Tentang Tari Topeng Betawi</title>
		<link>http://www.harisahmad.com/tari-topeng-betawi/</link>
		<comments>http://www.harisahmad.com/tari-topeng-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 07:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etnik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya betawi]]></category>
		<category><![CDATA[seni budaya betawi]]></category>
		<category><![CDATA[seni tari]]></category>
		<category><![CDATA[tari betawi]]></category>
		<category><![CDATA[tari topeng]]></category>
		<category><![CDATA[tari topeng betawi]]></category>
		<category><![CDATA[topeng betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harisahmad.com/?p=2738</guid>
		<description><![CDATA[Di Jakarta dan sekitarnya (Batavia en Ommelanden) dalam buku W.L. Ritter dan E. Hardouin yang dicetak tahun 1872 menyebut bahwa ada suatu permainan yang popular waktu itu. Yang disebut &#8220;Klein Maskerspel&#8221; yaitu suatu Straatvertoningen (tontonan jalanan ) yang diduga berasal dari Topeng Babakan Cirebon. Pendapat para tokoh Tari Betawi, secara teknis ada tiga persyaratan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2739 alignleft" title="Jakarta's dancer " src="http://www.harisahmad.com/wp-content/uploads/2010/06/Jakartas-dancer-1.jpg" alt="" width="134" height="179" />Di Jakarta dan sekitarnya (<strong>Batavia en Ommelanden</strong>) dalam buku <strong>W.L. Ritter</strong> dan <strong>E. Hardouin</strong> yang dicetak tahun 1872 menyebut bahwa ada suatu permainan yang popular waktu itu.</p>
<p>Yang disebut &#8220;<strong>Klein Maskerspel</strong>&#8221; yaitu suatu <strong>Straatvertoningen</strong> (tontonan jalanan ) yang diduga berasal dari Topeng Babakan Cirebon.</p>
<p>Pendapat para tokoh Tari Betawi, secara teknis ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penari Topeng Betawi agar dapat menghasilkan gerak yang tepat dan benar demi terwujudnya kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis yaitu<br />
<span id="more-2738"></span></p>
<ul>
<li>Gandes (luwes),</li>
<li>Ajar (ceria) dan</li>
<li>Lincah tanpa beban sewaktu menari.</li>
</ul>
<p>Disamping itu masih ada ketentuan-ketentuan lain yang harus dipenuhi sewaktu menarikan topeng Betawi yaitu mendek, dongko, ngengkreg, madep, megar, ngepang dan lain-lain.</p>
<p>Dalam perkembangannya kini tari Topeng Betawi muncul sebagai pertunjukan tersendiri, kemudian kita kenai sekarang macam-macam tari Topeng Betawi seperti</p>
<ul>
<li>Tari Lipet Gandes,</li>
<li>Tari Topeng Tunggal,</li>
<li>Tari Enjot-enjotan,</li>
<li>tari Gegot,</li>
<li>tari Topeng Cantik,</li>
<li>tari Topeng Putri,</li>
<li>tari Topeng Ekspresi,</li>
<li>tari Kang Aji,</li>
<li>dan lain-lain.</li>
</ul>
<p>Mungkin ke dinamisan jenis tari ini membuka celah kemungkinan pengembangan lebih lanjut tanpa menghilangkan sumber ilham dan rohnya yaitu tari Topeng Betawi.</p>
<p>Dapat kita lihat munculnya para penata tari baru yang dihasilkan oleh para penata tari tersebut., yang mengembangkan tari Topeng Betawi dengan berbagai kreatifitas. Muncullah tari-tari kreasi baru seperti:</p>
<ul>
<li>Tari Ngarojeng,</li>
<li>Tari Doger Amprok,</li>
<li>Tari Gitek Balen</li>
</ul>
<p><strong>Semoga Bermanfaat Dan Menambah Wawasan !</strong></p>
<p>Referensi : Dinas Kebudayaan Dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta, Ikhtisar Kesenian Betawi, 2003<br />
Sumber : Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.<br />
<h3 class='related_post_title'>Postingan Terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/semur-kebo-di-hari-lebaran/' title='Semur Kebo Di Hari Lebaran'>Semur Kebo Di Hari Lebaran</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/silat-sabeni-asli-betawi/' title='Silat Betawi &#8211; Silat Sabeni Diambang Musnah'>Silat Betawi &#8211; Silat Sabeni Diambang Musnah</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/seni-musik-betawi-gambang-kromong/' title='Seni Musik Betawi Gambang Kromong'>Seni Musik Betawi Gambang Kromong</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/lenong-betawi-lenong-denes/' title='Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes'>Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/situ-babakan-kampung-budaya-betawi/' title='Situ Babakan Kampung Budaya Betawi'>Situ Babakan Kampung Budaya Betawi</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/musik-betawi-samrah/' title='Musik Betawi Samrah'>Musik Betawi Samrah</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harisahmad.com/tari-topeng-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton Lenong</title>
		<link>http://www.harisahmad.com/nonton-lenong/</link>
		<comments>http://www.harisahmad.com/nonton-lenong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 07:34:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etnik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita lenong]]></category>
		<category><![CDATA[lenong betawi]]></category>
		<category><![CDATA[nonton lenong]]></category>
		<category><![CDATA[nonton lenong betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harisahmad.com/?p=2733</guid>
		<description><![CDATA[Mpok Nenen anak Nyai Ita Ari senen waktunya cerita Tali kepang buat iket kenong abis si jampang kita ke lenong Seperti yang biasa saban senen Ogut mao sedikit posting tentang cerita rakyat betawi. Di bawah ini adalah sedikit penggalan cerita betawi. Selamat menyimak. Semoga bermanfaat !! &#8220;Hoooi lenong ! Kapan mao maen? Mate gue pan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img class="alignleft size-full wp-image-2735" title="raja lenong" src="http://www.harisahmad.com/wp-content/uploads/2010/06/raja-lenong.jpg" alt="" width="148" height="150" /></strong></em></p>
<p><em><strong>Mpok Nenen anak Nyai Ita</strong></em></p>
<p><em><strong>Ari senen waktunya cerita</strong></em></p>
<p><em><strong>Tali kepang buat iket kenong</strong></em></p>
<p><em><strong>abis si jampang kita ke lenong</strong></em></p>
<p><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p>Seperti yang biasa saban senen Ogut mao sedikit posting tentang cerita rakyat betawi. Di bawah ini adalah sedikit penggalan cerita betawi. Selamat menyimak. Semoga bermanfaat !!</p>
<p><span id="more-2733"></span></p>
<p>&#8220;Hoooi lenong ! Kapan mao maen? Mate gue pan ude lapar nih, perut gue ude ngantuk!&#8221; teriak para penonton saking keselnya menunggu. Orang berdempet-dempetan mengerubungi panggung lenong.</p>
<p>Laki perempuan campur aduk dan cecere-cecere penuhnya di sebelah depan. Si Toing, Si Pandi, Si Udin gak ketinggalan duduk sedekep paling depan.</p>
<p>Barulah ketika tepat pukul 09.17 WIB, mendadak gamelan lenong berbunyi santer banget :</p>
<p>&#8220;Mong, duk-duk mong, duk-duk mong, duk mong, mong, duk mong!&#8221;,</p>
<p>Sehingga bocah-bocah pade kegirangan menjerit-jerit. &#8220;Huree&#8230; maen, leong maen!&#8221;</p>
<p>Dan seorang kakek di sudut sembari melirik arlojinya, berkata : &#8220;mentang-mentang orang Indunesia, masa ie telat sampe tujuh belas menit &#8230;.!&#8221;</p>
<p>Sementara Bang Pa&#8217;ul yang menanggap Ienong ini, repot menyambut tetamu-tetamu yang membanjir kondangan. &#8220;Eh, gile Bang Pa&#8217;ul&#8221;, kate seorang tamu sembari bersalaman,</p>
<p>&#8220;Jempol bener eh, maleman bekerjenye nggak ujan barang seketel!&#8221; Dan Bang Pa&#8217;ul menjawab sambil nyengir, &#8220;Keruan aje, penolaknye dong manjur&#8230;..! Kodok ane kurung di pendaringan !&#8221;</p>
<p>&#8220;Ane heran, &#8216;Ul, banyak betul kok yang dateng! berape sih ente.. .&#8221;. lipan dua ribu lembar lebi ane lepas surat undangan&#8221;, jawab Bang Pa&#8217;ul,</p>
<p>&#8220;Ane sebarin di saban kampung. Kenal kek, enggak kek, sebodo amat. Pokoknya kan serean yang atur!&#8221;.</p>
<p>Dan lenong makin hebat mainnya! Malam ini membawakan lakon &#8220;Jembatan Patah&#8221; yang mengisahkan dua orang raja kakak beradik berebutan tanah, hingga akhirnya musti berkelahi sesamanya di atas sebuah jembatan.</p>
<p>Saking sengitnya, sampai-sampai jembatan itu jadi patah dua.</p>
<p>Penonton rame bersorak, waktu di panggung nampak raja lagi memangku puteri.</p>
<p>&#8220;Jadi adindaku&#8221;, kata sang raja, &#8220;Tak relakah kau bilang kakanda pergi berperang ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Betul kakanda &#8220;, jawab tuan puteri kolokan. &#8220;Biar pegimane juga, adinda ogah berpisah dari Kakanda&#8230; .oh!&#8221; Sekonyong-konyong tuan puteri masuk ke balik layar sambil menangis.</p>
<p>Adegan itupun selesai. Tapi sang raja yang habis diduduki tuan puteri, tau mau bangkit-bangkit juga, hingga banyak penonton berkaok-kaok:<br />
&#8220;Hei, raja &#8230;.. mao duduk terus lu!&#8221;?</p>
<p>Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004 Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta<br />
<h3 class='related_post_title'>Postingan Terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/lenong-betawi-lenong-denes/' title='Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes'>Lenong Betawi &#8211; Lenong Denes</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harisahmad.com/nonton-lenong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Betawi – Si Jampang bag 7</title>
		<link>http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-7/</link>
		<comments>http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 06:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etnik Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[bang jampang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat betawi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita si jampang]]></category>
		<category><![CDATA[jago betawi]]></category>
		<category><![CDATA[jagoan betawi]]></category>
		<category><![CDATA[jampang]]></category>
		<category><![CDATA[jawara betawi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah si jampang]]></category>
		<category><![CDATA[legenda betawi]]></category>
		<category><![CDATA[legenda si jampang]]></category>
		<category><![CDATA[si jampang]]></category>
		<category><![CDATA[si jampang jago betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.harisahmad.com/?p=2692</guid>
		<description><![CDATA[beli pepaya di pasar senen naek mobilnya dari mampang oiya sekarang ari senen waktunya buat si jampang tali tali buat di kepang lagi lagi si jampang Dalam kisah yang kemaren mengisahkan aksi Si Jampang mengambil hak orang kampung dan kisah kisah dengan centeng kaki tangan tuan tanah. Dan rencana Si Jampang buat mendidik anaknya. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2705" title="si jampang" src="http://www.harisahmad.com/wp-content/uploads/2010/05/si-jampang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />beli pepaya di pasar senen</strong></em></p>
<p><em><strong>naek mobilnya dari mampang</strong></em></p>
<p><em><strong>oiya sekarang ari senen</strong></em></p>
<p><em><strong>waktunya buat si jampang</strong></em></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><em><strong>tali tali buat di kepang</strong></em></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><em><strong>lagi lagi si jampang</strong></em></span></p>
<p><a href="http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%E2%80%93-si-jampang-bag-6/">Dalam kisah yang kemaren</a> mengisahkan aksi Si Jampang mengambil hak orang kampung dan kisah kisah dengan centeng kaki tangan tuan tanah. Dan rencana Si Jampang buat mendidik anaknya.<br />
<span id="more-2692"></span></p>
<p>Di tanah perkembangan Jampang di sambut oleh Si Ciput pembantu rumah tangga Sarba. Jampang gembira sekali karena akan bertemu temannya yang sudah lama berpisah.</p>
<p>&#8220;Eh Put kemana Sarba?&#8221; tanya Jampang antusias.</p>
<p>&#8220;Sarba pan udah meninggaI&#8221; ujar Ciput tenang menjawab pertanyaan Jampang. Jampang kaget bukan kepalang, Jampang bagaikan tak percaya pada pertanyaan Ciput.</p>
<p>&#8220;Hah! Masa iye Put, Sarba udah meninggal ??? kalo gitu istri Sarba si Mayangsari menjande ye Put?&#8221; Jampang berkelakar.</p>
<p>&#8220;Betul&#8221; jawab Ciput tersenyum.</p>
<p>&#8220;Wah, kebetulan sekali Put, gua sedang kagak punya bini, bini gua udah meninggal Put. Coba lu omongin ame Si Mayangsari. Put, ape mau die kawin ame gua?&#8221; Jampang minta Ciput untuk memberitahukan keinginannya pada Mayangsari.</p>
<p>Ciput masuk ke dalam rumah, sementara Jampang duduk di serambi rumah. Beberapa waktu kemudian Ciput dan Mayangsari menemui Jampang, Jampang tersentak bangun dan menyalami Mayangsari.</p>
<p>&#8220;Mayangsari &#8230; Abang Sarba pergi kemane?&#8221; Jampang berpura-pura tidak tahu.</p>
<p>&#8220;Abang lu jangan ditanya, Sarba telah lama meninggal dunia&#8221; Mayangsari menjawab dalam nada sedih.</p>
<p>&#8220;Sakit apa abang Sarba kok aye nggak dikabarin&#8221; Mayangsari kemudian menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Begini Jampang, ketika gua ama abang lu belum punya anak, dulunye kite bedua pegi ke gunung Kepuk Batu. Maksudnya kita mau ziarah di makam keramat sembari mohon supaya dikasih anak. Disana kita diterima juru kunci yang bernama Pak Samat.</p>
<p>Kemudian pak Samat membakar kemenyan sambil membuka mantera-mantera, dan tak lama keluarlah setan dari tempat keramat itu. Abang lu Sarba bertanye kepada to setan,</p>
<p>&#8220;Apakah gua bakal punya anak?&#8221; Tuh setan manggut-manggut. Anak perempuan atau anak laki-laki? Setannye diem aja. Anakku perempuan? Setannye geleng kepala. Anak laki-laki. Setannye manggut-manggut.</p>
<p>Abang lu bilang kalau saye dapat anak laki-laki, saya berjanji akan membawa sepasang Bekakak Kebo yang ditusuk dari pantat sampai kepala katanye. Setelah itu gue ame abang lu pulang lagi kerumah dan beberapa bulan kemudian gue ngandung sesudah genap usia kandungan gue, lahirlah seorang bayi laki-laki, anak itu gue kasih nama Abdih.</p>
<p>Lima belas taon udehnye tentunya si Abdih udeh gede, gue arne abang lu tuh jadi bingung abis gimane, keadaan sulit mane si Abdih pengen disekolahin, maka untuk menentramkan hati gue, Bang Sarba lu tuh ngajakin gue jalan-jalan dan plesiran sambil ngajakin si Abdih ke Betawi.</p>
<p>Tapi malang nasib Abang lu si Sarba dadakan aja tuh jatuh sakit dan lantas kontan meninggal di tempat plesiran itu juga. Hal ini menurut dukun, Bang Sarba tidak menepati janjinya waktu memuja-muja di gunung Kepuk Batu. Kalo dapet anak laki-laki akan bawain sepasang Bekakak Kebo.&#8221;</p>
<p>Demikian Mayangsari menjelaskan panjang lebar tentang kematian Sarba. Jampang dengan serius mendengar penjelasan Mayangsari.</p>
<p>&#8220;Kemane anak Mpok si Abdih itu?&#8221; tanya Jampang.</p>
<p>&#8220;Die sedang sekolah di Bandung&#8221; jawab Mayangsari. Jampang memanfaatkan kesempatan, dialog tersebut untuk menyampaikan maksudnya. Dalam kesempatan yang tepat Jampang melontarkan niatnya.</p>
<p>&#8220;Mpok jande, aye dude, nah baeknya kita kawin aje kan klop&#8221; ujar Jampang serius dan mengharapkan jawaban.</p>
<p>&#8220;He Jampang, kalo lu pengen kawin, lu urusin sendiri diri lu, ape lu mau cari jande kek, perawan kek itu urusan lu asal jangan lu mau kawin ame gue, itukan nggak pantes&#8221; Mayangsari sangat berang, kemudian bangkit meninggalkan Jampang duduk sendiri.</p>
<p><em><strong>Si Jampang perutnya kembung</strong></em></p>
<p><em><strong>Beli Obat kuat ke pasar senen</strong></em></p>
<p><em><strong>Si Jampang lagi lagi bersambung</strong></em></p>
<p><em><strong>Di harisahmad tiap senen</strong></em></p>
<p>Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004<br />
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta<br />
<h3 class='related_post_title'>Postingan Terkait:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-8-selesai/' title='Legenda Betawi – Si Jampang bag 8 Selesai'>Legenda Betawi – Si Jampang bag 8 Selesai</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-6/' title='Legenda Betawi – Si Jampang bag 6'>Legenda Betawi – Si Jampang bag 6</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-si-jampang-bag-1/' title='Legenda Betawi &#8211; Si Jampang bag 1'>Legenda Betawi &#8211; Si Jampang bag 1</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-5/' title='Legenda Betawi – Si Jampang bag 5'>Legenda Betawi – Si Jampang bag 5</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-4/' title='Legenda Betawi – Si Jampang bag 4'>Legenda Betawi – Si Jampang bag 4</a></li>
<li><a href='http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-3/' title='Legenda Betawi – Si Jampang bag 3'>Legenda Betawi – Si Jampang bag 3</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.harisahmad.com/legenda-betawi-%e2%80%93-si-jampang-bag-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

